Sabtu, 21 April 2012

Ciri-Ciri Guru Yang Efektif

Berikut ciri-ciri guru yang efektif dan harus ada di dalam guru tersebut yakni:
Satu: Empati : Guru yang efektif mampu memahami dan sensitive terhadap dunia pribadi siswa serta memiliki prioritas untuk membantu orang lain agar dapat belajar.
Kedua: Pandangan Positif Terhadap Orang Lain : guru yang efektif memiliki pandagan yang positif mengenai keberadaan, kemampuan, dan potensialitas orang lain. Mereka menghargai keberadaan dan integritas pembelajaran serta memiliki harapan positif yang realities untuk pertumbuhan dan keberhasilan pembelajaran.
Ketiga: Pandagan Positif Terhadap diri Sendiri: Mampu mengetahui kekuatan dan kelemanah serta secara realities tahu apa yang bisa dicapai
Kempat Autentik: Guru yang efektif dapat bersikap apa adanya, terbuka, dan jujur terhadap orang lain. Mereka mengembangkan dan menunjukan pendekatan yang unik dalam mengajar. Mereka berpura-pura.
Dan Yang terakhir

Kelima Memiliki Visi dan Tujuan yang Bermakna : Guru yang efektif mengarahkan diri pada sasaran, sikap, dan nilai yang luas dan mendalam sertaberpusat pada pribadi. Mereka adalah orang-orang refelektif dan visionaries dengan mendasarkan diri pada nilai-nilai deokratis. Mereka dalam bertingkah laku selalu didorong oleh tujuan yang dimilikinya.

Semoga ini bermanfaat dan dapat diterapkan oleh guru-guru maupun yang akan menjadi guru.

Sumber: Yayasan Jati Diri Bangsa.2008.Membangun Jati Diri Bangsa; Jakarta : PT. Elex Media Komputindo Selengkapnya...

Minggu, 05 Februari 2012

Masuki Kehidupan Siswa Anda Dan Bawa Kehidupan Mereka Ke Dunia Pembelajaran Anda

Terkadang guru-guru lupa akan hal yang sebenarnya, mengenai dunia pembelajaran di dalam kelas, yakni membawa dunia keseharian siswa di dalam proses pembelajaran dan mengaitkan materi pelajaran yang sedang di sampaikan dengan kehidupan mereka.
mengapa Kita perlu mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan mereka ??
Dengan mengaitkan materi pembelajaran tersebut membuat siswa kita menjadi tertarik dengan materi yang disampaikan tersebut, selain itu juga dapat membuat diri mereka cepat mengerti mengenai materi yang sedang diajarkan dan lama di ingat oleh mereka, karena kita telah menyentuh kehidupan ke seharian mereka dengan materi pelajaran yang disampaikan kepada mereka.
Jadi, jika kita memang mau membuat mereka tertarik dengan materi pelajaran yang kita sampaikan tersebut, kita harus bisa mengaitkan materi pelajaran yang di ajarakan dengan kehidupan keseharian maupun kehidupan di lingkungan mereka.
Semoga tips ini bermanfaat bagi anda yang akan menjadi guru maupun yang sudah menjadi guru.
Selengkapnya...

Kamis, 02 Februari 2012

Apa Yang Dicari Seorang Guru ??

Terkadang kita berpikiri dalam benak kita, sebenarnnya apa yang dicari di dalam diri kita sebagai seorang guru ?
Masa depan ??
Semuannya akan sirina karena seorang guru hanya berpenghasilan pas-pasan dan jika ia tidak bisa mengatur pengeluaran keuangannya bisa jadi ia akan mengalami kebangkrutan, tapi yang dicari seorang guru itu sebenarnya adalah ketenangan di dalam dirinya.
Dia akan mencari ketenangan batin dalam dirinya ketika ia mengajar, ia akan merasa senang jika melihat anak didiknya pintar-pintar dan sukses. Seorang guru harus bisa mengarahkan anak didiknya kearah yang lebih baik ia tidak suka mendengar dan melihat jika ada anak didiknya tidak sukses, sehingga menjadi sampah masayarakat, jika hal tersebut terjadi ia merasa bersalah.
Jika, seorang guru mengantukan hidupnya dari gaji yang ia dapatkan sebagai guru untuk menopang kehidupannya maka itu tidak mungkin, memang sekarang ini ada kenaikan gaji dengan adanya sertifikasi, namun hal tersebut jangan di jadikan patokan anda untuk dijadikan penomang hidup anda.
Selengkapnya...

Jumat, 23 Desember 2011

Hal Yang Di Lupakan Guru Saat Mengajar

Sebagian besar bahkan hampir 90% guru di Indonesia, tidak menyampaikan manfaat mempelajari suatu bahan ajaran yang dapat di terapkan di dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga membuat daya tarik siswa terhadap suatu materi pelajaran tertentu tidak begitu tertarik bahkan mereka seolah-olah mengacuhkannya.
Seharusnya guru bisa memberikan contoh manfaat mempelajari suatu bahan pelajaran yang dapat di terapkan di dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga membuat siswa tertarik terhadap materi yang disampaikan tersebut, selain itu dengan memberikan contoh manfaat mempelajari materi pelajaran tersebut membuat siswa lebih mudah mengerti terhadap materi yang di sampaikan, karena mereka bisa menggaitkan peristiwa-peristiwa yang di alaminya di dalam kehidupan sehari-hari dengan materi yang di dapatkan disaat pembelajaran di bangku sekolah.
Memang tidak semua bisa diterapkan dan memberikan contoh di dalam menggaitkan materi dengan kemanfaatannya di dalam kehidupan sehari-hari, namun guru dapat membuatnya sedikit demi sedikit menghubungakannya di dalam kehidupan sehari-hari. Memang hal ini memerlukan pemikiran keras dan harus mengetahui segala peristiwa yang sedang terjadi baik itu di tingkat regional sampai ke tingkat internasional, dan memang harus begitulah jika guru itu memegang teguh profesionalnya.
Inti memberikan contoh dan penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari akan mempermudah siswa untuk memahami materi yang di ajarkan dan tidak membuat siswa merasa sia-sia mempelajari materi tersebut.
Selengkapnya...

Minggu, 25 September 2011

Persiapan Menjadi Guru

Bagi anda yang akan menjadi guru atau sudah menjadi guru, siap-siaplah untuk menjalankan tugas anda dengan sebaik mungkin baik itu persiapan dari materi yang anda pegang sampai kepada materi yang bukan basis anda.
Untuk anda yang sudah menjadi guru sebaiknya anda harus memperdalam pengetahuan, dan memperbaharui pengetahuan anda mengenai materi yang anda ajarkan, karena materi pelajaran itu akan berkembang selalu secara terus menerus karena orang-orang tidak henti-hentinya melakukan penelitian.
Mental anda juga perlu dipersiapkan sebelum dan sesudah anda menjadi guru, karena tidak selamanya murid anda itu bisa membuat anda mudah untuk mencapai tujuan belajar tersebut, terkadang kita mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan belajar tersebut dikarenakan kemampuan sisiwa itu sendiri. Atau kita mengalami masalah dalam pengajaran karena ada siswa di dalam kelas kita membuat diri kita jengkel, dan hal tersebut akan membuat diri kita, tidak berkonsentrasi untuk menyampaikan materi pelajaran yang akan disampaikan maupun yang sedang disampaikan.
Hal yang terpenting di dalam pengajaran kita, harus menguasai kelas tersebut baru kita dengan leluasa bisa menyampaikan materi pelajaran tersebut. untuk yang terakhir dan harus menjadi pertimbangakan kita menjadi guru adalah tujuan kita itu untuk mencerdasarkan anak murid kita oleh karena itu kita harus rajin-rajin membaca informasi yang sedang terjadi pada saat itu, serta selalu memperbaharui pengetahuan kita mengenai teknologi saat ini, dengan menguasai sedikit teknologi tersebut akan membuat kita maju selangkah sebagai guru yang diharapkan oleh anak murid kita dan kita tidak dikatakan gaptek.
Demikian sedikit tips dari saya dan kitanya dapat dijadikan acuan anda sebagai guru.
Selengkapnya...

Rabu, 07 September 2011

Memahami Karakteri Siswa untuk Penyampaian Materi yang Optimal


Bagi anda-anda yang sudah menjadi guru senior pasti sudah tahu, bahwa memahami karaterisitk kepribadian siswa dapat membatu diri kita untuk menyampaikan materi ajar kita.
Tapi tidak semuannya bisa memahami karakteristik tersebut, banya guru terbentuk pada permasalahan subjektif sehingga penlianan dan pemahaman tentang karakteristik siswa tidak dapat berjalan dengan baik sehingga dia tidak bisa mengajar dengan baik dikarenakan dia hanya terfokus hanya kepada sebagian individu saja di dalam kelas tersebut. Sesungguhnya hal tersebut jangan sampai terjadi.
Mengapa memahami karakteristik masing-masing siswa itu penting di dalam kelas kita ??.

Yang Pertamadengan memahami karakteristik siswa tersebut kita dapat mengetahui keperluan dan kemampuan siswa.
KeduaKita dapat menentukan metode pengajaran yang tepat untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga materi yang kita sampaikan dapat di terima dan di pahami oleh siswa.
KetigaDengan Pemahaman karakteristik masing-masing individu (meskipun susah) kita dapat menarik garis tengah dari karakteristik mereka dan bisa menerapkannya di dalam kelas tersebut.
Memang itu tidak mudah dilakukan apalagi di dalam pemahaman karakteri siswa yang ada perlu keahilan khusus untuk bisa melakukan hal tersebut, bagi anda yang belum dan sudah menjadi guru diharapkan bisa membaca karakter siswa nantinya cobalah anda cari sumber-sumber yang terpercaya, mengenai hal tersebut.
Salah satu cara anda untuk bisa memahami karakteristik siswa yakni dengan melakukan sedikit riset tentag hal tersebut, memang di Indonesia hal ini jarang sekali terjadi dan kemungkinan hanya di lakukan oleh segelintir guru dan kebanyakan guru malas untuk melakukan hal tersebut, dengan melakukan ristet kecil yakni dengan memperhatikan tingkah laku siswa selama di kelas mau di luar kelas sudah lumayan cukup untuk mengetahui karakteristik siswa tersebut, dan alagkah bagiknya anda bisa membuat anget dan membagikannya kepada siswa anda untuk di isi memang sedikit merogok kocek anda untuk pembuatan anget tersebut.
Menurut saya solusi yang tepat bisa anda lakukan yakni dengan memberikan kesempatan kepada siswa anda untuk menulis biodata masing-masing di kertas dan di kumpulkan kepada anda, mungkin dari situ anda dapat mengetahui karakteristik siswa di kelas tersebut.
Selengkapnya...

Jumat, 12 Agustus 2011

Jangan Saling Membandingkan siswa

Salah satu komentar yang paling kejam untuk siswa adalah, “kamu tidak sepintar/serapi/sesopan/seterampil/sesukses kakakmu/tetanggamu/siswa lain/ siswa kebanyakan”. Perbandingan negatif langsung melenyapkan selp-esteem, dan jika diulangi cukup sering, mempunyai efek berkempanjangan. Kita semua tahu ada rang dewasa yang masih mencoba hidup dengan menyesuaikan dengan standa yang ditentukan oleh orang lain.Perbandingan positif juga tidak sehat karena memancing superioritas, yaitu esteem dengan mengorbankan orang lain- esteem murahan, esteem karena sumber eksternal, bukan self-esteem sama sekali. Ini memberikan ide bahwa berada dia atas orang lain itu tidak masalah, bahwa hidup adalah persaingan dan lebih baik dari orang lain itu bagus. Pikiran ini menciptakan stress; ada orang yang seumurnya hidupnya berusaha melebihi orang lain. Mereka terus mengukur cukup yakin bahwa ada orang yang keadaannya tidak sebaik mereka.Ada implikasi yang jelas untuk assessment: merujuk norma itu buruk; assessment ipsitive dan criterion-referenced jauh lebih sehat. Jadi hilangkan descriptor seperti “rata-rata”, “dibawah rata-rata” dan “diatas rata-rata”. Juga, hilangkan kebiasaan mengumumkan hasil tes dari bawah ke atas, atau membuat daftar siswa dalam urutan ranking, atau menulis “posisi di kelas” dalam rapor.
Sumber: Paul Ginnis. 2008. Trik & Taktik Mengajar. Jakarta PT Indeks. (hal.356)
Selengkapnya...

Kamis, 21 Juli 2011

Cara Mengendalikan Kelas

Didalam mengajar setiap guru pastinya mempunyai keinginan untuk menguasai kelas secara keseluruhan guna mencapai tujuan pengacaran yang ia sampaikan, tapi tidak semudah yang dibayangkang bahwa menguasai kelas itu tidak mudah. Tiap kelas mempunyai karateristik yang berbeda-beda dalam satu kelas siswanya mudah diatur dan mendengarakan materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya, dan ada juga kelas yang susah diatur (sering ribut disaat guru menerangkan materi pelajaran).Kelas yang susah dikendalikan justru menjadi tantangan bagi guru yang mengajar dikelas tersebut atau menjadi bencana baginya sehigga dia merasa agak malas untuk mengajar dikelas tersebut. sebenarnya untuk mengendalikan kelas dan agar kelas terkendali disaat kita mengajar dikelas tersebut perlu ada ketegasan dari kita sendiri, kita harus membuat peraturan dan harus dipatuhi oleh setiap siswa tersebut.Satu hal lagi, terkadang murid kita merasa malas terhadap cara mengajar kita, dan hal ini tidak disadari oleh guru tersebut. sebelumnya kita intriveksi diri terlebih dahulu mengenai cara mengajar kita, gunakanlah surve kepada anak didik kita mengenai cara mengajar kita, misalkan dnegan memberikan kuisioner untuk dijawab oleh anak didik kita, sehingga kita bisa mengetahui mana yang tidak disukai anak didik kita mengenai cara mengajar kita tersebut.Gunakanlah metode belajar yang bervariasi sehingga tidak membuat anak didik kita cepat bosan belajar materi yang kita berikan dan usahkan untuk serileks mungkin didalam pembelajaran tegaskan kepada anak didik kita untuk belajar yang santai tapi serius dan jangan mengekang kelas sedemikian rupa, sehingga kebebasan anak didik tersandar. Hal tersebut terkadang diperlukan dalam mengajar tapi jangan sering dilakukan. Demikain sedikit tips dari saya semoga bermanfaat, dan mohon kritikannya atas tulisan ini.
Selengkapnya...

Jumat, 15 Juli 2011

Domini

Tidak peduli style belajar atau mengajar anda, selalu ada peluang untuk fun yang serius.
Bagimana ??
Pertama: siapkan satu set kartu, yang berukuran A6 atau A7, masing-masing dibagi menjadi dua dengan garis seperti kartu domino. Satu sisinya berisi pertanyaan, dan sisi lainnya jawaban. Pertanyaan dan jawabannya pada tiap kartu tidak sesuai
Kedua: kartu dikocok dan dibagikan, masing-masing satu.
Ketiga: setiap orang dapat mulai membaca pertanyaannya. Seseorang di ruangan memiliki jawabannya – dia membacannya dan yang lain harus menentukan apakah menurut mereka jawabannya benar atau salah dengan mengangkat ibu jari naik keatas atau kebawah. Jika tidak seseorang pun menawarkan, guru menanyakan siapa yang mengira mereka mungkin memiliki jawaban benar. Akibatnya, beberapa orang menawarkan jawaban dan kelas berdebat mana yang benar.
Ke-empat: siapapun yang memiliki jawaban benar menanyakan pertanyaan dikartunya…..dan seterusnya. Ketika para siswa telah “memainkan” kartu dominonya, mereka tetap ikut memutuskan apakah jawaban siswa lain benar atau salah.
Aplikasi:
Ideal untuk revisi sebuah topic yang baru disampaikan.

Dapat digunakan pada awal sebuah topic untuk mengetahui apa yang telah siswa ketahui.

Dapat digunakan di tengah sebuah topic untuk mengkonsolidasi ide-ide dasar dan menilai secaa diagnostil pembelajaran samap saat itu.
Mengapa Melakukannya ??
Kegiatan ini berbeda dan menyenangkan, oleh karennya materinya diharapkan lebih mudah diingat.
Ini menuntut siswa berpikir: mengigat, memprediksi, menghitung, menerka……………
Kegiatan ini menuntut semua orang terkibat. Ini membantu siswa pemalu ikut serta terbuka.
Dilevel lebih lanjut, pertannyaannya dapat memiliki sudut tertentu dan jawaban bisa mempunyai perbedaan kecil, memperkuat kebutuhan untuk membaca dengan benar dan menjawab pertanyaan degan tepat. Ini teknik ujian yang sangat penting.
Sumber: Paul Ginnis. 2008. Trik & Taktik Mengajar. Jakarta PT Indeks. (hal.115-16)
Selengkapnya...

Jumat, 01 Juli 2011

Media Pembelajaran Model Lingkaran

Ini merujuk pada lingkaran kursi terbuka dengan setiap orang, termasuk guru ikut serta tujuannya adalah agar lingkaran menjadi tempat dimana orang dapat bicara dengan bebas, bertanya dan menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, menyarankan, solusi, berbagi perasaan dan menyumbangkan ide-ide atau tidak – tanpa takut dicemooh, diremehkan atau dihukum. Ini adalah suatu format pertemuan yang kuno dan universal. Ada beberapa alasan untuk lingkaran ini:Pertama: ini adalah pernyataan yang kuat mengenai membuat kelompok merasa bersatu. “ Kita masing-masing bertanggung jawab untuk belajar dan perilaku dari tiap kelompok. Kita disini bersama”
Kedua: ini menunjukan bahwa guru cukup fleksibel untuk memainkan peran yang berbeda – di dalam lingkaran guru lebih sebagai supporter dan tutor daripada seorang pembawa dan pengendali.
Ketiga: sebuah lingkaran membuka, bahkan mengundang, dan akibatnya ia menantang siswa agar lebih santai dan saling percaya diri.Keemapat: sebuah lingkaran mendorong partisipasi dari seluruh kelompok – tidak ada tempat sembunyi.Kelima: lingkaran itu praktis. Ia menciptakan suatu tempat terbuka untuk permainan, drama, dan banyak lagi aktivitas belajar yang dijelaskan dalam kotak Alat untuk Guru.
Satu atau dia kepraktisan. Tas dan jaket ditinggal diluar lingkaran, bisa di atas meja yang telah didorong ke pinggir. Umunya siswa akan langsung ingin duduk bersama teman mereka. Pada walanya, mungkin ini bukan ide, yang buruk karena memberikan keakraban dalam situasi yang tidak biasa. Tetapi, kemudian segera campur mereka. Ini bisa dilakukan secara acak dengan membagi kartu permainan, satu orang satu, kemudian minta siswa mensortir mereka sendiri. Sering kali dalam ruangan sempit siswa ada yang berada di luar lingkaran, atau lingkarannya berbentuk amuba yang mengelilingi sebuah bangku sains, misalnya, orang-orang dicelah-celah. Lebih baik buat dua lingkaran konsentris dengan setiap orang terlibat daripada ada siswa yang dipinggirkan. Akhirnya, beberapa siswa, karena ketegangan atau kenakalan, mungkin dengan sengaja mendorong kursi keluar lingkaran. Mereka sebaiknya ditantang untuk kembali sebelum diteruskan. Lingkaran ini adalah cara yang ideal untuk memulai pelajaran – intuk melakukan review pelajaran, penjelasan tentang tujuan belajar, mengaitkan pelajaran dengan pengalaman sebelumnya dan yang akan datang, untuk memperkuat lagi gambaran besarnya. Kegiatan ini juga ideal untuk mengakhiri pelajaran – untuk melaksanakan plenary dan cek terhadap kemajuan.
Sumber: Paul Ginnis. 2008. Trik & Taktik Mengajar. Jakarta PT Indeks. (hal.218-219)
Selengkapnya...

Rabu, 29 Juni 2011

Tokenisme

Beri tiap orang tiga token (kancing, counter, kartu…..). Tiap kali seseorang memberikan kontribusi yang konstruktif untuk diskusi dengan membuat pon atau mengajukan pertanyaan dia menyerahkan sebuah token, dengan meletakannya dalam sebuah kotak ditengah-tengah lingkaran. Variasi jumlah token per orang sesuai dengan besar kecilnya kelompok dan sifat diskusinya.
Alat sederhana ini mengawali partisipasi yang setara, untuk membatasi yang banyak bicara dan mendorong yang pemalu. Jika seseorang kehabisan token dan ingin sekali berbicara, mereka bisa membeli sebuah token dengan merangkum poin-poin utama diskusi sampai saat ini.

Sumber: Paul Ginnis. 2008. Trik & Taktik Mengajar. Jakarta PT Indeks. (Hal: 220-221)
Selengkapnya...

Kamis, 06 Januari 2011

Conch

Pilih sebuah benda (spidol, kotak kecil, penggaris, bola dan lain-lain.....) untuk dipakai sebagai cocnh (ide "conch" diambil dari novel, Lord of the Flies). jelasa bahwa
seseorang dapat berbicara hanya ia memegang conch tersebut. Ketika seorang pembicara selesai, dia memberikan conch tersebut langsung ke orang berikutnya yang ingin bicara. Ini biasanya membuat diskusi tertata. Menajubkan bagaimana sebuah benda tak berdosa mempunyai kekuasaan ! Suatu conch dapat digunakan dalam diskusi seluruh kelas, dua conch dapat digunakan debat forum (satu untuk tiap sisi) atau beberapa conch digunakan untuk beberapa kelompok kecil. Dengan demikian siswa yang lebih muda, gunakan "nikrofon ajaib".
Sumber: Trik dan Taktik mengajar ( Paul Ginnis)
Selengkapnya...